Selo Bonang: Arsip Geokultural dalam Lanskap Hidup
“Selo Bonang bukan sekadar lanskap—ia adalah arsip hidup tempat bumi menyimpan ilmu, dan manusia belajar mendengarkannya.”
Baca Selengkapnya →
“Selo Bonang bukan sekadar lanskap—ia adalah arsip hidup tempat bumi menyimpan ilmu, dan manusia belajar mendengarkannya.”
Baca Selengkapnya →
“Dari lereng Pegunungan Hyang Argopuro, batu-batu Lithopone tidak sekadar beresonansi—mereka menghidupkan kembali ingatan bunyi Bonang, menghubungkan bumi, tubuh, dan kesadaran dal...
Baca Selengkapnya →
Pekarangan kecil dapat menjadi sistem pangan terpadu yang produktif, di mana kebun, ternak bebek, dan pengolahan limbah organik membentuk satu siklus berkelanjutan yang memperkuat...
Baca Selengkapnya →
Ritus Pager Gunung Selo Bonang menyingkap Gunung Argopuro sebagai lanskap peradaban hidup—di mana kosmologi, ingatan kolektif, dan jejak Dewi Rengganis terus dirawat melalui prakti...
Baca Selengkapnya →
Ritus Pager Gunung Selo Bonang adalah laku budaya sakral yang dilaksanakan pada Senin Pahing (Neptu 13) sebagai upaya kolektif memagari Gunung Argopuro melalui kesadaran spiritual,...
Baca Selengkapnya →
Konservasi sejati bukan tentang menyelamatkan alam, tetapi tentang menghidupkan kembali relasi yang membuat lanskap, budaya, dan manusia menjadi satu sistem kehidupan.
Baca Selengkapnya →
Transformasi Taman Nara Bestari menunjukkan bagaimana pemulihan tanah yang terdegradasi melalui pendekatan permakultur berkembang menjadi lanskap hidup yang mengintegrasikan regene...
Baca Selengkapnya →
Perjalanan di Selo Bonang, lereng Pegunungan Hyang Argopuro, menghadirkan pengalaman geocultural yang utuh—dari lanskap seribu gumuk, harmoni batu gamelan, hingga keheningan spirit...
Baca Selengkapnya →
Dalam lahan hanya 50–60 m², kebun permakultur anggur Nara Bestari membuktikan bahwa 10 pohon mampu menghasilkan hingga lebih dari Rp30 juta per tahun melalui integrasi produksi bua...
Baca Selengkapnya →
Pendampingan di Situs Megalitikum Duplang menghidupkan warisan budaya dengan menjadikannya bermakna kembali bagi kehidupan hari ini.
Baca Selengkapnya →
Dari pekarangan sebagai ruang hidup, lahir ekosistem kreatif ekokultural yang mentransformasikan praktik seni menjadi produksi pengetahuan dan menjembatani komunitas menuju panggun...
Baca Selengkapnya →
Kunang-kunang sebagai bioindikator dan metafora budaya menegaskan bahwa krisis lingkungan sejatinya adalah krisis cara pandang—dan masa depan peradaban hanya dapat dipulihkan denga...
Baca Selengkapnya →
Jun 26, 2026
May 31, 2026